3 Tips Olahraga Ringan yang Aman Dilakukan Saat Puasa Ramadan untuk Bakar Kalori

Bulan Ramadan bukan berarti kita harus bermalas-malasan dan menghentikan semua aktivitas fisik.

Justru, menjaga tubuh tetap aktif selama bulan puasa memiliki banyak manfaat, mulai dari menjaga kebugaran, meningkatkan energi, hingga membantu mengelola berat badan.

Namun, karena kita sedang menahan diri dari makan dan minum selama beberapa jam, penting untuk memilih jenis olahraga yang ringan dan aman agar tidak menyebabkan dehidrasi berlebihan atau kelelahan yang ekstrem.

Nah, buat kamu yang ingin tetap aktif dan membakar kalori selama bulan Ramadan tanpa mengganggu ibadah puasa, berikut ini tiga tips olahraga ringan yang aman dan bisa kamu coba:

  1. Berjalan Cepat di Pagi Hari atau Sore Hari

Aktivitas ini termasuk dalam kategori latihan kardio. dengan intensitas rendah hingga sedang, sehingga tidak terlalu menguras energi dan tidak menyebabkan dehidrasi berlebihan jika dilakukan dengan benar.

Kamu bisa memilih waktu yang paling nyaman untuk melakukan jalan cepat, misalnya di pagi hari setelah sahur atau di sore hari menjelang berbuka puasa.

  1. Melakukan Latihan Kekuatan Ringan dengan Beban Tubuh

Olahraga ringan berikutnya yang aman dan efektif untuk membakar kalori saat puasa Ramadan adalah latihan kekuatan ringan dengan menggunakan beban tubuh atau bodyweight exercises.

Latihan kekuatan tidak hanya membantu membangun dan mempertahankan massa otot, tetapi juga efektif dalam membakar kalori, bahkan saat kita sedang beristirahat.

Beberapa contoh latihan kekuatan beban tubuh yang bisa kamu lakukan di rumah tanpa memerlukan peralatan khusus antara lain squats, lunges, push-ups (bisa dimodifikasi dengan bertumpu pada lutut jika terlalu berat), plank, dan calf raises.

Latihan ini sangat cocok untuk dilakukan di rumah dan bisa disesuaikan dengan tingkat kebugaran masing-masing individu.

  1. Melakukan Aerobik Ringan dengan Intensitas Rendah

Pilihan olahraga ringan lainnya yang aman dan menyenangkan untuk membakar kalori saat puasa Ramadan adalah melakukan aerobik ringan dengan intensitas rendah.

Aerobik ringan adalah jenis latihan yang meningkatkan detak jantung dan pernapasan, namun tidak terlalu membebani tubuh.

Beberapa contoh aerobik ringan yang bisa kamu coba antara lain berdansa ringan mengikuti musik, menggunakan sepeda statis dengan kecepatan santai, atau melakukan senam aerobik ringan dengan gerakan yang tidak terlalu rumit.

Waktu yang tepat untuk melakukan aerobik ringan ini bisa setelah berbuka puasa, ketika tubuh sudah terisi kembali energinya.

Pilihlah aktivitas yang kamu sukai agar olahraga terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

Kamu bisa melakukannya selama 20-30 menit setiap kali berolahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.