Dalam kancah kompetisi renang internasional, beberapa atlet top dunia terus mencetak prestasi luar biasa sepanjang tahun ini. Perenang Amerika Serikat tetap menjadi sorotan, terutama melalui rekor dunia dan medali yang mereka raih di berbagai kejuaraan besar. Misalnya, perenang legendaris Katie Ledecky mencatat rekor dunia baru di nomor 800 m gaya bebas dan meraih medali di ajang-ajang besar pada 2025, menunjukkan dominasinya dalam renang jarak jauh.
Sementara itu, kompetisi renang laut terbuka juga makin populer dengan penyelenggaraan Kejuaraan Renang Laut Terbuka di Mangaluru, India, di mana perenang dari berbagai negara bersaing dalam beberapa jarak hingga 8 km. Acara ini menarik peserta dari kalangan profesional maupun amatir dan menambah variasi dalam dunia olahraga renang di luar kolam tradisional.
Di wilayah Asia Tenggara sendiri, prestasi renang juga mengisi headline berita olahraga. Di SEA Games 2025 di Thailand, cabang renang memberikan kontribusi cukup signifikan bagi medali negara-negara peserta, termasuk Indonesia yang meraih beberapa emas dan perak, memperlihatkan peningkatan kompetitif regional. Namun, tim renang Malaysia dilaporkan menghadapi tantangan dalam perekrutan pelatih setelah ajang SEA Games, yang menjadi perhatian federasi renang mereka untuk persiapan jangka panjang.
Selain kompetisi dan prestasi, dunia renang juga dikejutkan oleh berita tragis di luar arena resmi. Sebuah lomba renang lintas selat di Turki yang terkenal dengan medan sulitnya baru-baru ini menemukan mayat seorang perenang yang hilang selama lima bulan, mengingatkan publik akan risiko olahraga renang di perairan terbuka dan pentingnya keselamatan peserta dalam kompetisi ekstrem. Peristiwa ini menambah dinamika berita olahraga renang yang tidak hanya soal prestasi, tetapi juga keselamatan dan tantangan yang dihadapi atlet di berbagai situasi.
