Olahraga judo terus menunjukkan dinamika menarik di berbagai level kompetisi, baik lokal maupun internasional. Di Indonesia, prestasi para judoka terus membanggakan dengan tambahan medali dari ajang multievent besar. Pada SEA Games 2025, kontingen Indonesia berhasil menambah satu medali emas dan dua medali perak melalui perjuangan atlet seperti I Made Sastra Dharma dan Indah Permatasari, menunjukkan bahwa Indonesia tetap kompetitif di kancah regional.
Selain prestasi atlet, olahraga judo juga menjadi wadah inspirasi bagi banyak orang meskipun menghadapi keterbatasan. Misalnya, dua bersaudara muda yang tak kenal lelah berlatih di atas matras judo meskipun memiliki keterbatasan fisik, menunjukkan bahwa semangat dan dedikasi bisa mengatasi hambatan demi mencapai kemampuan terbaik di olahraga ini.
Di level global, kalender judo internasional tetap berjalan dengan beberapa perkembangan penting. International Judo Federation (IJF) baru-baru ini mengumumkan pembatalan larangan atlet dari Rusia untuk bersaing di bawah bendera nasional mereka, yang sebelumnya diberlakukan karena konflik geopolitik. Langkah ini memiliki dampak besar terhadap kompetisi dunia karena memungkinkan para atlet kembali tampil dengan identitas negara mereka. Selain itu, IJF juga telah menetapkan bahwa World Judo Championships 2026 akan digelar di Baku, Azerbaijan, sebuah pusat penting judo global, yang menunjukkan komitmen federasi untuk mempertahankan event besar secara rutin.
Selain itu, kegiatan judo juga tak hanya terbatas pada kompetisi dunia saja. Di Indonesia, sejumlah kejuaraan seperti Kapolda Cup dan pertandingan judo di PON Bela Diri turut menyemarakkan perkembangan olahraga ini di tingkat nasional dan regional, memberikan peluang bagi atlet muda untuk tampil dan mengasah kemampuan mereka.
Dengan berbagai prestasi, tantangan, dan gelaran kompetisi yang terus berjalan, olahraga judo tetap menjadi salah satu cabang bela diri yang menarik dan signifikan dalam dunia olahraga saat ini.
