Berikut artikel tentang berita olahraga nasional Indonesia terkini:

Olahraga Indonesia tengah memasuki fase penting menjelang SEA Games 2025 di Thailand. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan akan mengirimkan 996 atlet untuk berlaga di 48 dari 51 cabang olahraga. Menpora Erick Thohir menyebut target perolehan medali emas adalah 80, sekaligus menjadikan SEA Games sebagai tolok ukur menuju Olimpiade 2028.

Sementara itu, Kemenpora tengah mempersiapkan ajang besar lain, yaitu Indonesia Sports Summit (ISS) 2025, yang akan digelar pada 6–7 Desember di Indonesia Arena, GBK. Summit ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, atlet, investor, dan pelaku industri olahraga untuk membangun ekosistem keolahragaan nasional yang berkelanjutan dan kompetitif.

Di cabang olahraga selam, PB POSSI mengumumkan bahwa akan menggelar kompetisi selam Asia Tenggara pada November di Jakarta, dengan partisipasi dari 10 negara ASEAN. Ajang ini sangat strategis karena bisa menjadi peluang besar bagi atlet selam Indonesia untuk mengunci medali, sekaligus mengasah kemampuan mereka menghadapi persaingan regional.

Di sisi lain, isu diplomasi dan olah­raga juga muncul. Keputusan Indonesia untuk tidak memberikan visa kepada atlet senam Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta memicu kritik internasional, termasuk imbauan dari IOC agar federasi olahraga global menahan diri menggelar event di Indonesia. Situasi ini menjadi ujian berat bagi Kemenpora dan KNOC karena menyangkut politik olahraga sekaligus nilai sportivitas.


Kalau mau, bisa aku cek semua kabar olahraga nasional Indonesia dalam 1 bulan terakhir (prestasi, event, kebijakan) — mau aku lakukan?

Berikut artikel yang berisi berita terkini dunia olahraga khususnya sepak bola dan Formula 1:

Dunia sepak bola global kembali ramai dengan kabar besar seputar turnamen internasional dan kritik terhadap regulasi kompetisi. Jurgen Klopp, mantan manajer Liverpool, mengkritik keras format baru Expanded Club World Cup dengan 32 tim. Menurut Klopp, kejuaraan ini akan membebani jadwal pemain dan mengorbankan periode istirahat, yang dapat berdampak negatif pada performa dan kesehatan atlet.

Di sisi lain, UEFA terus melakukan reformasi kompetisi. Format baru Liga Champions yang mengadopsi sistemincomplete round robin” menjadi sorotan karena membawa lebih banyak pertandingan kompetitif dan mengurangi potensi pertandingan yang sudah “aman” dari hasil apa pun. Model ini diharapkan membuat kompetisi semakin menarik dan intens.

Sementara itu, perhatian juga tertuju ke sepak bola wanita dan junior: federasi AS bersama Meksiko, Kosta Rika, dan Jamaika mengajukan bid untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2031. Rencana ini menandai edisi pertama turnamen wanita yang akan memakai format 48 tim, dengan potensi grup hingga 12 grup.

Di arena Formula 1, Max Verstappen menyatakan peluang untuk mempertahankan gelar juara dunia 2025 masih terbuka, meskipun persaingan sangat ketat. Di sisi kalender, Formula 1 telah merilis jadwal musim 2026 dengan 24 seri balapan yang mencakup lima benua, menandai perluasan geografis dan potensi pertumbuhan lebih lanjut.

Bagus sekali pertanyaan! Berikut prediksi medali Indonesia di SEA Games 2025, berdasarkan data dan analisis terkini:

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Kemenpora bersama tim pakar dan praktisi, Indonesia diproyeksikan meraih sekitar 78 medali emas dalam SEA Games 2025. Angka ini didapat setelah mempertimbangkan kekuatan atlet di 52 cabang olahraga yang akan diikutsertakan. Prediksi ini berada sedikit di bawah target yang diinginkan beberapa pihak, yaitu minimal 80 medali emas agar posisi peringkat tiga bisa dipertahankan.

Salah satu tantangan utama bagi tim Indonesia adalah pemangkasan nomor pertandingan oleh tuan rumah, Thailand, yang membuat beberapa cabang unggulan tidak dipertandingkan. Penurunan jumlah nomor sangat memengaruhi peluang medali, karena Indonesia kehilangan potensi perolehan emas dari cabang-cabang yang sebelumnya menjadi lumbung medali. Karena itu, tim review Kemenpora menekankan seleksi atlet akan sangat ketat dan fokus diarahkan ke cabang-cabang yang benar-benar memiliki peluang besar.

Di sisi cabang olahraga tertentu, ada optimisme tambahan. Misalnya, PB Akuatik Indonesia menargetkan setidaknya 3 medali emas di ajang SEA Games 2025, dengan harapan bisa lebih jika ada kejutan dari atlet muda yang berkembang pesat. Hal ini memperkuat prediksi bahwa medali akan datang dari kombinasi atlet senior berpengalaman dan talenta baru.

Kesimpulannya, walaupun prediksi perolehan emas (78) sedikit di bawah target ideal untuk mempertahankan posisi tiga besar, komitmen realistik dan penekanan pada potensi medali dari cabang unggulan meningkatkan peluang Indonesia untuk tampil kompetitif. Jika strategi seleksi dan pemusatan latihan berjalan baik, plus dukungan penuh dari berbagai pihak, Indonesia masih bisa meraih prestasi membanggakan di SEA Games 2025.


Kalau mau, bisa saya buat prediksi medali lengkap (emas, perak, perunggu) untuk Indonesia berdasarkan proyeksi semua cabang — mau saya hitung?

Berikut artikel berita sepak bola Indonesia terkini :

Sepak bola Indonesia tengah menghadapi periode ketidakpastian pasca pemecatan pelatih tim nasional, Patrick Kluivert, pada pertengahan Oktober 2025. PSSI menyatakan bahwa pemutusan kerja sama ini dilakukan secara “saling menghormati” setelah performa tim yang dinilai kurang maksimal dalam kualifikasi Piala Dunia. Proses pencarian pelatih baru pun jadi sorotan besar: PSSI melalui Exco-nya meminta publik bersabar karena memilih figur yang tepat dianggap sangat krusial.

Menyambut FIFA Matchday periode 10–18 November 2025, PSSI memutuskan bahwa Timnas Senior absen karena kursi pelatih masih kosong. Sebagai gantinya, mereka menurunkan Timnas U-23 dalam rangka persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand. Hal ini menunjukkan bahwa PSSI ingin fokus jangka panjang pada regenerasi dan pembangunan tim muda.

Salah satu kebijakan menarik dari PSSI belakangan adalah restu penggunaan pemain naturalisasi di Liga 1 Indonesia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa pemain naturalisasi sekarang bisa bermain di liga domestik karena kualitas kompetisi sudah meningkat. Kebijakan ini bisa memberikan nilai lebih bagi klub-klub Liga 1 sekaligus memperkuat timnas dengan talenta multinasional.

Di level kompetisi domestik, PSSI juga menegaskan bahwa agenda timnas tidak akan mengganggu jalannya liga. Ketua Umum Erick Thohir menyampaikan bahwa pertandingan tim nasional dijadwalkan saat FIFA Matchday, sehingga kompetisi Liga 1 bisa dihentikan sementara tanpa merugikan klub. Meski begitu, publik masih menanti nama pelatih baru yang akan mengisi kursi pelatih Timnas Senior — sebuah keputusan penting jelang ambisi meraih prestasi lebih besar di sepak bola internasional.

Berikut artikel berita terkini seputar olahraga lari di Indonesia :

Olahraga lari di Indonesia semakin berkembang pesat. Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung, menyatakan bahwa kualitas penyelenggaraan lomba lari di dalam negeri kini makin meningkat. Event-event nasional maupun internasional bekerja sama dengan PB PASI untuk memastikan standar yang tinggi, sekaligus mendorong gaya hidup sehat dan regenerasi atlet lari masa depan.

Salah satu ajang lari bergengsi tahun ini adalah BTN Jakarta International Marathon 2025, yang mencetak rekor jumlah peserta. Sekitar 31.000 pelari dari dalam dan luar negeri ambil bagian dalam race ini, menandai tingginya antusias masyarakat terhadap lari jarak jauh. Event ini juga menghadirkan kategori marathon penuh, half marathon, dan 10K, menunjukkan keragaman pilihan bagi pelari pemula maupun profesional.

Tak kalah menarik, Mandiri Bintan Marathon 2025 juga menjadi sorotan karena merupakan event sport tourism yang mengundang ribuan pelari dari mancanegara. Dengan sertifikasi AIMS (Association of International Marathons and Distance Races), lomba ini semakin mengukuhkan reputasi Indonesia sebagai tujuan marathon berkualitas untuk pelari global.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan dorongan kuat untuk menjadikan Borobudur Marathon sebagai ikon maraton dunia. Ajang lari ini juga menjadi medium penting bagi pengembangan pariwisata lokal sekaligus menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang positif.


Kalau mau, bisa saya rangkum semua berita lari di Indonesia selama 2025 (lomba, atlet, regulasi) dalam satu artikel — mau saya buat?

Tentu! Berikut artikel berita olahraga terkini, dengan sudut pandang berbeda:

Olahraga Indonesia tengah memasuki fase penting persiapan menjelang SEA Games 2025 di Thailand. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan bahwa target medali untuk cabang sepak bola masih dalam analisis, dengan mempertimbangkan kekuatan tim pesaing seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Sementara itu, PSSI menegaskan dukungan penuh untuk timnas U-23 di bawah pelatih Indra Sjafri, menjadikan pertandingan FIFA Match Day November sebagai persiapan rutin sebelum multievent tersebut.

Di luar lapangan, kolaborasi olahraga semakin diperkuat lewat kerja sama antar-negara. Komite Olimpiade Nasional Indonesia (NOC Indonesia) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan NOC Iran untuk memperkuat kapasitas olahraga di kedua negara, sekaligus meningkatkan solidaritas melalui kegiatan olahraga bersama. Di sisi lain, Jakarta dipersiapkan menjadi tuan rumah sejumlah event olahraga besar, termasuk event nasional dan internasional, yang diharapkan bisa memperkuat ekosistem olahraga ibu kota.

Namun, tekanan juga datang dari isu diplomatik dalam olahraga. Badan Olimpiade Internasional (IOC) sempat mengingatkan federasi olahraga internasional agar menunda penyelenggaraan event di Indonesia, menyusul kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang atlet Israel berpartisipasi dalam Kejuaraan Gimnastik Dunia di Jakarta. Kontroversi ini menjadi sorotan global dan menimbulkan pertanyaan tentang inklusivitas dan prinsip-prinsip netralitas dalam olahraga internasional.

Di tengah dinamika itu, harapan besar kini disematkan pada tim U-23 Indonesia untuk memulihkan semangat publik olahraga nasional. Menurut Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji, mempertahankan medali emas di SEA Games bisa menjadi obat kekecewaan atas kegagalan lolos ke Piala Dunia U-23. Di samping itu, Kemenpora menekankan bahwa beban bukanlah soal juara semata, melainkan penampilan terbaik dan kontribusi tim sepak bola U-22 sebagai inspirasi bagi cabang olahraga lainnya.


Jika mau, bisa saya buat artikel komprehensif tentang prediksi prestasi Indonesia di SEA Games 2025 — mau saya buat?

Berikut artikel tentang berita terkini olahraga renang (akuatik) :

Industri renang Indonesia mendapat dorongan besar dari Federasi Akuatik Dunia (World Aquatics). Dalam kunjungannya ke Jakarta untuk acara Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2025, Presiden World Aquatics Husain Al-Musallam menyatakan kekagumannya terhadap potensi olahraga air di Indonesia. Dia juga menegaskan dukungan untuk pembinaan peselancar muda hingga pengembangan fasilitas akuatik, yang dinilai krusial untuk mengangkat prestasi Indonesia di ajang internasional.

Kiprah atlet renang Indonesia di Kejuaraan Dunia Akuatik (World Aquatics Championships/WAC) 2025 juga menjadi titik fokus. Dua perenang putra, I Gede Siman Sudartawa dan Felix Viktor Iberle, diturunkan untuk bertanding di nomor 50m gaya punggung dan 50m gaya dada. Tim pelatih pun menyatakan bahwa kejuaraan dunia ini dijadikan bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand.

Meski menghadapi kendala di arena dunia, tim renang Indonesia juga mencatat prestasi membanggakan. Di ajang Para Swimming World Series 2025 di Lima, tim para-renang Indonesia berhasil meraih 11 medali — termasuk 4 emas — dari persaingan yang sangat ketat. Selain itu, atlet junior renang Indonesia yang berlaga di World Junior Aquatics Championships 2025 di Rumania mencatat pengalaman berharga, walau sebagian baru pertama kali mengikuti kompetisi dunia.

Tidak hanya atlet Indonesia, ajang internasional juga menyajikan cerita menarik. Di Kejuaraan Dunia Akuatik 2025, lomba renang perairan terbuka sempat mengalami penundaan dua kali karena kadar kualitas air dinilai kurang aman, tetapi akhirnya tetap digelar. Sementara itu, di nomor 10 km perairan terbuka putra, Florian Wellbrock dari Jerman keluar sebagai juara dunia dengan waktu sangat kompetitif.

Berikut artikel tentang perkembangan terbaru di dunia olahraga:

Di dunia tinju internasional, kabar menggembirakan datang bagi Anthony Joshua setelah badan olahraga Ghana yakni Ghana National Sports Authority mencabut larangan sementara yang sebelumnya menghentikan semua aktivitas tinju profesional di negara itu. Pelarangan itu dijatuhkan usai dua petinju meninggal dalam pertandingan di Accra, namun setelah reformasi keselamatan dibuat, kompetisi bisa dilanjutkan — membuka peluang bagi Joshua untuk kembali ke ring dengan rencana besar pada awal 2026.

Sementara itu, di dunia sepak bola Italia, Juventus menghadapi laga derby yang krusial melawan Torino dalam rangka memperkuat momentum dibawah pelatih barunya Luciano Spalletti. Spalletti baru saja ditunjuk sebagai pelatih dan dalam hitungan hari akan menjalani pertandingan derby di Turin — sebuah tantangan besar untuk membangkitkan tim yang sempat kehilangan performa.

Di ranah sepak bola wanita, kabar penting datang dari Australia: Sam Kerr dipanggil kembali ke skuad nasional Matildas usai pemulihan cedera lutut serius yang membuatnya absen hampir dua tahun. Pelatih Joe Montemurro menegaskan bahwa meskipun Kerr sangat penting, strategi tim tidak akan bergantung sepenuhnya padanya — ini menunjukkan pendekatan yang lebih kolektif menjelang ajang besar seperti Piala Asia Wanita.

Tak hanya soal kompetisi tim atau individual, isu tata kelola olahraga juga mendapat sorotan — khususnya di Inggris, dimana Great Britain men’s national basketball team dilarang tampil di kompetisi internasional karena persoalan regulasi federasi. Organisasi British Basketball Federation (BBF) dan liga profesionalnya tengah menghadapi konflik internal dan investigasi dari FIBA — sebuah pengingat bahwa performa di lapangan harus diimbangi dengan tata kelola yang baik.


Jika Anda tertarik, saya bisa cari juga pembaruan terkini untuk olahraga di Asia Tenggara atau Indonesia khususnya — mau saya cari?

Berikut artikel mengenai kabar terkini yang menggema di dunia olahraga Padel:

Olahraga padel mencetak tonggak sejarah penting ketika International Padel Federation (FIP) mendapatkan pengakuan resmi dari Olympic Council of Asia (OCA) untuk dimasukkan sebagai cabang olahraga di ajang Asian Games 2026. Langkah ini bukan hanya simbolik, tetapi juga menunjukkan bahwa padel sudah melampaui status “hobi raket kecil” dan mulai masuk ke kelompok olahraga besar dengan jalur ke Olimpiade dan dukungan kelembagaan yang kuat. Dengan ekspansi di Asia, potensi pertumbuhan jumlah pemain dan fasilitas di kawasan ini menjadi sangat besar.

Selain aspek kompetisi dan pengakuan institusional, perkembangan komersial dan struktural padel juga sangat signifikan. Contohnya, kemitraan strategis antara Premier Padel dan Hexagon Cup bersama FIP menunjukkan bahwa tur profesional padel sedang dibangun dengan serius: turnamen‐major di Italia, Prancis, Qatar tetap dijamin selama beberapa tahun ke depan. Begitu pula di Inggris, tur Pro Am Padel mengamankan sponsor besar seperti Lawn Tennis Association (LTA) dan merek Skechers—menandakan bahwa pertumbuhan padel tidak hanya dari pemain dan lapangan, tetapi juga dari sisi bisnis.

Di tingkat nasional khususnya Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, padel mulai dipandang sebagai “social sport”—bukan hanya olahraga kompetitif—oleh kementerian terkait. Sebagai contoh, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mendorong padel agar turut memasyarakatkan aktivitas fisik dan kebersamaan. Ini menunjukkan bahwa akses dan persepsi terhadap olahraga ini semakin meluas: bukan hanya bagi atlet elit, tetapi bagi masyarakat umum yang mencari olahraga sosial, ringan, dan menyenangkan.

Meski begitu, bersama dengan lonjakan popularitas muncul tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, di Amerika Serikat dan Inggris muncul kebutuhan akan fasilitas yang memadai—lapangan indoor, manajemen tinggi, dan pengaturan turnamen yang profesional. Di satu sisi hal ini menjadi peluang besar; di sisi lain, jika tidak dikelola dengan baik bisa muncul oversupply fasilitas atau kualitas yang kurang. Untuk masyarakat dan penggemar di Indonesia/Kamboja, ini artinya sekarang adalah waktu yang tepat mempertimbangkan padel sebagai olahraga alternatif—baik untuk rekreasi maupun potensial kompetisi regional.

Berikut artikel mengenai berita terkini seputar Olympic Winter Games 2026 yang akan berlangsung di Italia:

Persiapan menuju Olympic Winter Games 2026 di Milan dan Cortina d’Ampezzo mulai memasuki fase final. Salah satu kabar paling menonjol adalah pengembalian pemain top dari NHL ke ajang Olimpiade, setelah absen sejak 2014. Dengan hadirnya para bintang hoki es profesional, turnamen hoki di Olimpiade nanti diprediksi naik drastis dari sisi kompetisi dan perhatian global.

Namun, di sisi lain, masih ada isu politik dan sanksi yang memengaruhi partisipasi atlet dari beberapa negara. Misalnya, International Olympic Committee (IOC) memastikan bahwa tim nasional dari Russia dan Belarus tetap dilarang ikut sebagai tim, dan sebagian kecil atlet dari negara tersebut hanya bisa ikut sebagai atlet netral dengan syarat yang sangat ketat. Hal ini menunjukkan bahwa Olimpiade tetap tidak terlepas dari dinamika geopolitik meskipun adalah ajang olahraga.

Di ranah diplomasi olahraga, salah satu berita penting juga muncul dari kebijakan terkait penyelenggaraan acara dan pemenuhan hak atlet. Misalnya, IOC menyatakan bahwa jika suatu negara menyulitkan akses atlet dari negara lain — seperti kasus izin masuk dan visa — maka pembicaraan soal menjadi tuan rumah dan penyelenggaraan event-olahraga besar dapat terhambat. Hal ini menegaskan bahwa selain persiapan teknis, aspek regulasi, hukum dan hak asasi juga makin menjadi bagian penting dari persiapan Olimpiade.

Secara keseluruhan, persiapan menuju Olympic Winter Games 2026 menunjukkan dua hal utama: pertama, naiknya intensitas dan kualitas kompetisi dengan kembalinya atlet top dunia seperti pemain NHL; kedua, meningkatnya keterkaitan antara olahraga dan isu politik/regulasi — di mana keputusan partisipasi bukan hanya soal atlet dan prestasi, tetapi juga kebijakan negara, status internasional, dan kepatuhan terhadap aturan global. Bagi penggemar olahraga, ini adalah momen yang layak diikuti karena hasilnya dapat memengaruhi bagaimana Olimpiade di masa depan berjalan.